Memahami tata cara umroh secara benar adalah kunci agar ibadah yang kita lakukan sah dan diterima oleh Allah SWT. Banyak jamaah yang berangkat ke Tanah Suci dengan semangat tinggi, namun belum sepenuhnya memahami urutan pelaksanaan, rukun, wajib, serta larangan-larangan selama ihram. Padahal, kesalahan dalam menjalankan tata cara dapat berdampak pada keabsahan ibadah itu sendiri. Oleh karena itu, mempelajari tata cara umroh sebelum berangkat adalah bentuk kesungguhan dalam beribadah.
Umroh merupakan ibadah yang dilaksanakan di Tanah Suci dan sering disebut sebagai “haji kecil”. Berbeda dengan haji yang memiliki waktu tertentu, umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Meski demikian, pelaksanaannya tetap harus mengikuti tuntunan syariat sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan dijelaskan dalam panduan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan lengkap, runtut, dan mudah dipahami agar bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Baca Juga : Apa Itu Umroh? Pengertian dan Keutamaannya
Tata Cara Umroh: Urutan Lengkap Sesuai Sunnah
Secara umum, tata cara umroh terdiri dari empat rukun utama yang harus dilakukan secara tertib, yaitu:
- Ihram
- Thawaf
- Sa’i
- Tahallul
Keempat rukun ini tidak boleh ditinggalkan karena menentukan sah atau tidaknya umroh.
Tata Cara Umroh Dimulai dari Ihram
Ihram adalah langkah pertama dalam tata cara umroh. Ihram dilakukan dengan niat dari miqat, yaitu batas tempat yang telah ditentukan.
1. Persiapan Sebelum Ihram
Sebelum berniat, jamaah dianjurkan untuk:
- Mandi sunnah ihram
- Memotong kuku dan merapikan rambut
- Menggunakan pakaian ihram
- Memakai wangi-wangian sebelum niat
Bagi laki-laki, pakaian ihram terdiri dari dua helai kain putih tanpa jahitan. Sedangkan wanita memakai pakaian muslimah biasa yang menutup aurat tanpa cadar dan sarung tangan.
2. Niat Umroh
Setelah sampai di miqat, jamaah membaca niat:
“Labbaikallahumma ‘umratan”
Artinya: Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan umroh.
Setelah niat diucapkan, jamaah masuk ke keadaan ihram dan wajib menjaga larangan-larangan ihram.
3. Larangan Saat Ihram
Beberapa larangan selama ihram antara lain:
- Memotong rambut atau kuku
- Menggunakan parfum
- Berburu
- Berhubungan suami istri
- Melakukan akad nikah
Tata Cara Umroh Selanjutnya Adalah Thawaf
Setelah tiba di Makkah dan memasuki Masjidil Haram, jamaah melaksanakan thawaf.
1. Pengertian Thawaf
Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri.
2. Syarat Sah Thawaf
- Suci dari hadas
- Menutup aurat
- Dilakukan di dalam Masjidil Haram
- Dimulai dari Hajar Aswad
Jika tidak memungkinkan mencium Hajar Aswad, cukup memberi isyarat tangan sambil membaca takbir.
3. Doa Saat Thawaf
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan. Jamaah bisa membaca:
- Dzikir
- Doa pribadi
- Ayat Al-Qur’an
Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad dianjurkan membaca:
“Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar”
Tata Cara Umroh Berikutnya Melaksanakan Sa’i
Sa’i adalah berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.
1. Lokasi Sa’i
Sa’i dilakukan di area antara Shafa dan Marwah yang berada di dalam kompleks Masjidil Haram.
2. Urutan Sa’i
- Dimulai dari Bukit Shafa
- Berakhir di Bukit Marwah
- Dihitung satu kali dari Shafa ke Marwah
Laki-laki disunnahkan berlari kecil di antara dua tanda lampu hijau.
Tata Cara Umroh Diakhiri dengan Tahallul
Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut sebagai tanda berakhirnya umroh.
- Laki-laki: mencukur habis lebih utama
- Wanita: memotong rambut sepanjang satu ruas jari
Setelah tahallul, seluruh larangan ihram menjadi halal kembali dan rangkaian tata cara umroh telah selesai.
Syarat Wajib Umroh
Umroh wajib bagi yang memenuhi syarat:
- Islam
- Baligh
- Berakal
- Mampu secara fisik dan finansial
Rukun Umroh
Rukun umroh terdiri dari:
- Ihram
- Thawaf
- Sa’i
- Tahallul
- Tertib
Sunnah-Sunnah Saat Umroh
Agar ibadah lebih sempurna, dianjurkan:
- Shalat sunnah setelah thawaf
- Meminum air zamzam
- Memperbanyak talbiyah
- Berdoa di Multazam
Untuk panduan resmi dan update regulasi, Anda bisa membaca referensi dari situs resmi pemerintah (outbound link placeholder).
Perbedaan Umroh dan Haji
| Umroh | Haji |
|---|---|
| Bisa kapan saja | Waktu tertentu (Dzulhijjah) |
| Rangkaian lebih singkat | Rangkaian lebih panjang |
| Tidak ada wukuf | Ada wukuf di Arafah |
Tips Agar Umroh Lebih Khusyuk
- Ikuti manasik sebelum keberangkatan
- Gunakan jasa travel resmi
- Jaga kesehatan
- Perbanyak doa dan dzikir
Kesimpulan
Memahami tata cara umroh secara lengkap dan benar akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan tenang, tertib, dan sesuai sunnah. Dimulai dari ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul, semuanya harus dilakukan secara runtut dan sesuai tuntunan.
Dengan belajar dari sumber resmi seperti Kementerian Agama Republik Indonesia dan mengikuti manasik sebelum berangkat, insyaAllah ibadah umroh akan berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Baca Juga : Umroh Berapa Hari? Ini Durasi Ideal & Rincian Lengkapnya

